Apa ini..? (part 1)

Leave a comment

Shocked me up to know it, fell miscalculated! Feeling something strange, like jumping from the ledge.

Wah gue salah lagi, belum cukup data, analisa, dan beberapa hipotesa (kata seorang teman), untuk menyimpulkan. Yang gue lihat belum tentu benar, tp cukup bikin gue terhentak seketika sesaat setelah mengetahuinya. Apa ini..? Entahlah. Merasa mendapatkan sesuatu yang baru akhir-akhir ini, tapi hari ini mengubah semuanya. Belum sempat terjatuh baru sedikit terpeleset saja barangkali, sedih. Kau mengejutkanku dengan “ini”,  salahkan aku menilaimu..? Membuatku meneteskan airmataku lagi, tubuh ini serasa terhempas kebumi.

Kali ini ceritanya agak misterius, susah diungkapkan hanya kiasan yang mewakili perasaan. Kerap kali begitu dan begitu, semangat baruku, kaukah itu.. Tapi mengapa kau membuatku merasa terhempas ke bumi hari ini, tak muncul dan tak ada sapaan yang menjelaskan ungkapanmu itu.

 

Advertisements

Hppy birthday my blog..

Leave a comment

Mustinya sih kemarin tanggal 30 oktober 2010, tapi baru sempet nulis sekarang.  Alhamdulillah bisa tetep “ngidupin” blog ini sampe sekarang, terus nulis dan belajar, apapun itu insya allah bermanfaat. Yang penting selalu ada kemauan untuk bisa dan tentunya dibarengi usaha untuk mewujudkannya, ilmu selalu sepeti itu, semakin dipelajari akan merasa semakin merasa betapa sedikit ilmu yang dimiliki. So.. tetep semangat menggali kemampuan dan mengembangkan diri.

Bisa gawat kalo percepatan ilmu yang dimiliki tidak sesuai dengan percepatan permasalahan yang datang silih berganti dan semalin komplek.  Bisa gila ngadepin sesuatu hal yang enggak diharapkan dan enggak siap. Selama hayat masih dikandung badan terus semangat dan belajar berujung latihan dan evaluasi untuk ketepatan untuk menghadapainya. Harus makin pintar setelah melewati sebuah kesulitan, karena pada saat itu kita “dipaksa” mengerti dan belajar akan sesuatu. Berbuat sebaliknya hanya akan membut kita rugi dua kali, ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah tertimpa kesulitan atau permasalahan tapi tidak mau belajar darinya. Oh  Rabb, semoga kita semua tidak termasuk pribadi yang seperti itu. Amin..

Tidak jarang kita “dipaksa” memahami sesuatu dengan dipertemukan dengan sebuah permasalahan yang mengharuskan kita untk menghadapinya dan memecahkannya. Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk hal yang sia-sia, “dipaksa” barangkali kata yang tepat untuk mempelajari sesuatu, tanpa kegentingan dan kesempitan yang menghimpit berat rasanya untuk mempelajari sesuatu. Hingga banyak waktu terbuang tanpa pemahaman hal baru di dalamnya.

Oke deh, segitu aja coretan buat setaun ulang tahun blog of mega. Thanks for appreciate and visiting. Cieee berasa dapat pengharagaan, yah it’s okelah anggap hal ini wujud penghargaan diri atas sebuah konsistensi. Happy birtday my blog “megafresh.wordpress.com”..

New atmosphere

Leave a comment

 

Atmosfir baru.. Itulah yang terjadi belakangan ini, Gue sangat mensyukuri atmosfir itu.

Percaya dan sabar menunggu terkabulnya doa, mungkin atmosfir itu bagian dari doa gue selama ini.  Nampaknya banyak pihak yang merasa diuntung kan dengan keadaan ini. Keadaan macam apakah yang gue maksud…? semoga saja ini yang terbaik. Beberapa hal akan segera terselesaikan dengan segera dengan adanya atmosfir baru ini. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah….

Satu pergi, yang lain akan datang menggantikan. Mudah-mudahan yang datang pengganti yang lebih baik, sosok pribadi yang bisa kooperatif dan bisa bekerja ‘melayani’ orang lain. dan bonusnya; harus murah senyum. hmmm….

Setiap hari belajar banyak hal, dengan berjalannya waktu berapa banyak hal yang akan kita ketahui. Banyak sekali bukan, tentuya dengan peng-aplikasian dan pengamalan ilmu itu akan lebih bermanfaat, ketimbang terus mempelajari sesuatu tanpa adanya penerapan.

Ada beberapa rekan yang berkeluh kesah akan pekerjaannya dan seolah merasa terjebak dalam ruang yang tak berpintu. Terlalu sering merasa tidak nyaman dan disaat yang bersamaan tidak mau keluar dan tetap enjoy dengan keadaan itu. Memprihatinkan rasanya, ada sedikit persamaan dengan kondisi yang gue alami. Bedanya gue menganggap tempat kerja gue sebagai rumah ke dua, sehingga mau tidak mau gue harus nyaman disitu. Karena itu bagian dari pilihan, pasti semua orang tau tentunya, jika pilihan selalu disertai dengan resiko. Tempat kerja dengan segala hal yang banyak terjadi di dalamnya, banyak kondisi dimana gue bisa belajar banyak hal dan tentunya harus makin ‘pinter’ dengan proses pembelajaran itu.

This part, “Take or leave it” begitu kata salah seorang rekan kerja senior gue, “Loe mau boleh ambil, enggak ya udah tinggalkan”. Yap yap yap… gue setuju, resiko selalu hadir bersamaan dengan diambilnya sebuah keputusan. Lantas bagaimana dengan seseorang yang selalu berkeluh kesan dengan keputusan yang selalu diambilnya..? kembali lagi pada pernyataan gue di atas ‘memprihatinkan’.  Resiko yang selalu dikeluhkan dengan keputusan yang telah diambil.

Semoga kita semua makin bijak dan pintar dalam mengambil sebuah keputusan dan menyingkapi resiko yang terkandung di dalamnya.

Take a risk by decision..
Resiko sudah satu paket dengan keputusan yang telah diambil, berkeluh kesah dengan keputusan yang telah diambil, tidak bedanya dengan membuang waktu berharga untuk sebuah pembelajaran hidup. Selalu ada solusi terbaik dimana ada keinginan untuk menghadapi sebuah tantangan. (by. Mega)

 

Sarapan pagi..

1 Comment

It’s time for rest and relax..

Ya begitulah kalo tiap libur kerja, santai, bangun bisa agak siang (tidur lagi setelah subuh),  mustinya olah raga pagi ini tapi lagi sakit perut. Gimana kalo meditasi aja ya?  hehehe….. Libur selalu menyenangkan buat gue, walaupun lebih sering dirumah tetap menyenangkan bisa berkumpul dan bercengkrama sama keluarga.

Ngomongin tentang sarapan pagi, ternyata sarapan pagi itu penting lho..

Mungkin banyak di antara kita yang sering melewatkan waktu makan pagi. Alasannya klasik, bisa karena tidak sempat atau tidak mau kegemukan. Padahal, sarapan itu tidak membuat berat badan naik seketika. Justru dengan makan pagi, kita sudah membantu metabolisme tubuh untuk bekerja dengan baik sepanjang hari. Hasilnya, tubuh akan berenergi sepanjang hari.

Menurut penelitian, orang yang meluangkan waktu untuk sarapan bisa dipastikan dapat berkonsentrasi dan melakukan tugas-tugasnya dengan produktif dan tidak mudah lemas karena kehabisan energi. Sebaliknya, jika tubuh tidak diberi makanan pada waktu memulai hari maka metabolisme akan berjalan lebih lambat sehingga tubuh tidak membakar lemak secara maksimal.

Ogah sarapan karena kuatir menjadi gemuk? Wah, salah besar tuh. Kalau tubuh sudah diberi energi di pagi hari dengan sarapan, maka kita dapat mengatur nafsu makan supaya tidak merasa lapar terus. Jadi keinginan untuk mengemil bakal berkurang.

Tapi ingat lho, sebaiknya kita tidak sembarang mengkonsumsi makanan untuk menu sarapan. Pilihan terbaik adalah telur rebus karena ini merupakan sumber protein berkualitas terbaik, zat besi dan vitamin A yang mantap sebagai energi sepanjang hari. Alternatif lainnya adalah buah-buahan segar, seperti apel atau pisang yang dapat mengenyangkan perut sampai waktu makan siang tiba.

Kalau kita ingin mengkonsumsi susu untuk pasangan sereal, pastikan yang tanpa lemak. Begitu juga dengan roti sebaiknya pilih yang terbuat dari gandum. Mengapa? Karena lebih banyak mengandung serat sehingga dapat menurunkan kolesterol. Coret deh menu sarapan yang banyak muatan minyak, gula dan lemak karena sebenarnya tidak sehat. Jadi kalau terbiasa makan nasi goreng sebaiknya ganti dengan bubur plus telur rebus atau campur roti gandum dengan sayur-sayuran ketimbang mentega dan selai.

Nah sekarang buang jauh-jauh pemikiran takut gemuk karena sarapan pagi coz puentiiiing banget buat kesehatan. Sepengggal cerita tentang sarapan pagi, semoga bermanfaat.

 

Yang singkat adalah waktu

Leave a comment

 

Yang singkat adalah waktu, yang menipu itu adalah dunia

Yang dekat itu kematian, yang besar itu hanya nafsu

Yang berat itu amanah, yang sulit itu ikhlas

Yang mudah itu berbuat dosa, yang susah itu sabar

Yang sering lupa itu bersyukur, yang membakar amalan itu ghibah

Yang mendorong ke neraka itu adalah lidah, yang berharga itu iman

Yang ditunggu Allah itu adalah taubat

Semoga dapat mengingatkan saya dan semua sahabat ikhlas dan semangat

At 4.am

Leave a comment

Malam ini gue tidur jam 8, ngantuk berat. Jam menunjukan pukul 2:50, gue terbangun seperti biasanya, banyak hal yang harus gue delegasikan sama Rabb. Tenang rasanya hati ini ketika diperkenankan “berjumpa” kembali dengan-Nya,  alhamdulillah niat gue dimudahkan. Emang bener ada hadist yang mengatakan : “innamal a’malu binniyat” semua itu tergantung niatnya, betapapun berat, ketika keinginan bersatu dengan niat, maka insya allah akan tercapai.

Banyak hal terjadi hari ini, jadi bahan renungan buat gue untuk membenahi diri. Gue cerita mulai dari ibunda teh Fitry yang sakit. Dia adalah partner kerja gue, ibunya sakit udah hampir 6 bulan ini barangkali, tapi kali ini sangat menghawatirkan. Hampir 2 minggu ini dirawat di RS. Karya Husada, miris gue waktu besuk untuk kedua kalinya. Saat besuk kedua ini gue kebetulan lagi puasa sunnah, campur aduk rasanya ngeliat kondisi beliau seperti itu terbayang wajah ibundaku serta. “Ya Allah Ya Tuhanku, kalau boleh aku persembahkan segala amal ibadahku akhir-akhir ini untuk kemudahan ibundanya teh Fitry.” doaku dalam hati.

Jam istirahat di kantor adalah waktu yang tepat untuk sejenak  meluruskan badan dan rehat alias tidur sebentar. Tapi belum sempat gue memejamkan mata ini ada panggilan masuk di handphone gue , ternyata temen gue itu. Kasih kabar kalo keadaan ibundanya kritis sambil nangis-nangis, Astagfirullahal adhim “berikanlah yang terbaik bagi ibundanya Ya Rabb” doaku sesaat. Enggak jadi tidur siang itu, gue kepikiran keadaan teman gue itu. Jarum jam berdetak cepet banget rasanya, gak lama Manager gue masuk dari istirahat dan sholat jumat. Kita sempat ngobrol sebentar sebelum masuk kerja, ngasih tau kalo temanku itu gak masuk kerja lagi setelah istirahat hari ini, nungguin ibunya di RS. Manager gue jadi cerita dan nimbrung bareng di ruangan gue sama teman gue tersisa. Kita bertiga jadi cerita tentang kepergian ibundanya Manager gue itu, rasanya begitu sesak rasanya ditinggalkan oleh orang terkasih. Semoga Allah swt selalu meberikan yang terbaik untuk kita semua, Amin.

Gue harus lebih banyak bersyukur atas hidup gue, dan keluarga yang baik-baik dan tak kurang satu apapun. Terkadang gue banyak banget mengharapkan bahkan memikirkan apa-apa yang tak pernah gue miliki, sedang yang udah gue miliki begitu banyak. Banyak hal yang bisa direnungin subuh-subuh gini, bisa jadi bahan introspeksi dan membenahi diri. Syukur atas apa yang telah diberi dan berbuat kebaikan lebih banyak lagi. udah subuh nih udah dulu deh nulisnya…..

 

 

Apa Beda Psikolog dan Psikiater?

Leave a comment

Banyak orang awam yang salah kaprah mengenai psikolog dan psikiater dan menganggap keduanya sama karena menyangkut masalah kejiwaan. Sebenarnya apa yang membedakan kedua profesi tersebut?

Kalau mau singkatnya penjelasan gampangnya seperti ini, psikiater boleh memberikan obat sedangkan psikolog tidak boleh memberikan obat.

Sedangkan jika lihat dari latar belakang pendidikan, psikolog adalah sarjana psikologi yang telah mengikuti program akademik strata satu (sarjana psikologi) dan program profesi sebagai psikolog.

Sedangkan psikiater adalah dokter spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (sarjana kedokteran), pendidikan profesi sebagai dokter dan pendidikan spesialisasi kedokteran jiwa.

Seperti dilansir dari Kode Etik Psikologi yang diterbitkan Himpsi (Himpunan Psikolog Indonesia), Senin (21/6/2010), psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan segala hal yang berhubungan dengan perkembangan manusia.

Kedua profesi ini pun memiliki konsentrasi praktik yang sama, berupa upaya penanganan, pencegahan, pendiagnosaan dan pemberian terapi.

Namun, yang paling membedakan di sini adalah dalam hal pemberian terapi obat-obatan (farmakoterapi). Terapi obat-obatan ini hanya boleh dilakukan oleh psikiater, yang notabene berlatar belakang kedokteran yang lebih banyak berkecimpung pada penanganan secara klinis. Sedangkan psikolog lebih fokus pada aspek sosialnya, seperti memberikan penanganan berupa terapi psikologi (psikoterapi).

Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa psikolog pun mempelajari ilmu kedokteran, pemberian terapi yang satu ini (farmakoterapi) tidak bisa dilakukan sembarangan, seperti yang telah tertera dalam kode etik masing-masing profesi tersebut. Hal ini dikarenakan psikiater, yang juga dikenal sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, lebih mendalami tentang kandungan dalam terapi obat-obatan dan telah memiliki izin untuk memberikannya.

Namun dalam pelaksanaannya, baik psikolog maupun Psikiater dapat saling bekerja sama. Psikolog dapat mereferensikan kliennya untuk berkonsultasi pada psikiater atau ahli lainnya bila dirasa ada hal yang perlu ditangani lebih lanjut, maupun sebaliknya. Hal ini tergantung pada kasus atau permasalahan yang dihadapi klien dan tergantung pada aspek mana yang perlu ditangani terlebih dahulu.

Permasalahan yang umumnya ditangani oleh psikolog maupun psikiater adalah masalah-masalah seputar penyimpangan perilaku misalnya kenakalan remaja, phobia sekolah, masalah kecemasan, konflik keluarga, krisis percaya diri , hingga masalah gangguan halusinasi, schizophrenia, dan lainnya.

Jadi sudah mengerti kan bedanya psikolog dan psikiater.

Sumber : detikHealth

Older Entries