Saat gue terdiam, banyak hal yag terlintas dibenak ini.  Segala cita dan asa, harapan dan semua mimpi berlarian dibenak ini. Ibu sering banget bilang ke gue, kalo gue harus berani untuk bercita-cita besar yang tentunya diimbangi dengan upaya kuat untuk mencapainya. “Milikilah banyak cita-cita dan harapan, karena salah satu diantaranya kamu akan memilikinya kelak, Rabb akan mengabulkan beberapa diantara impianmu itu”. Begitu ibu bilang..

Gue jadi teringat sama harapan gue yang amat gue perjuangkan, kalo orang sunda bilang sih ‘kekeuh’. Gue pernah berusaha mempertahankan untuk mendapatkan sesuatu kesannya maksa banget, dan pada akhirnya gue tetep gak dapet apa yang gue mau. Hal itu gue lewati gak semudah gue nulis tulisan ini, rasa sakit dan air mata yang gue rasakan saat itu pun tak terhitung lagi. Pada akhirnya gue menyimpulkan seberapa keras gue memaksa untuk mendapatkan atau bahkan mempertahankan sesuatu jika Rabb tak menghendakinya maka itu tak akan terjadi. Sekarang gue udah merelakan semua, gue gak akan pernah mengharapkan hal itu lagi,  sebab Ia telah menggantikannya dengan sesuatu yang tak terbayangkan bagi gue. Apakah itu..???? bersambung…

 

 

 

 

Advertisements